![]() |
Putra dan Kenikir : Santri keren Pesantren Ekologi Kebon Sawah yang banyak mengenal nama sayuran lokal. |
Kenikir
Kenikir
dikenalkan oleh orang tua kami sejak kecil sebagai salah satu pangan yang
sering dikonsumsi. Untuk itu pohon kenikir setiap hari harus selalu ada, dan ditanam
berkelanjutan di Pesantren Ath Thaariq.
Setiap
hari, pucuknya kami ambil, dibuat untuk berbagai bahan pangan. Tapi yang pling
mudah adalah dibuat lalapan, baik mentah maupun direbus. Kami mencampurkan daun
kenikir dengan berbagai pucuk pucuk daun lainnya. Rasa dari pucuk daun kenikir
bila mentah beraroma kuat di mulut, dan bila direbus aromanya cukup lembut.
Kenikir
diperkenalkan secara turun temurun sebagai pangan alternatif. Terbiasa menemani
pada makan siang dan makan malam. Kenikir selalu dihadirkan bersama dengan
sambal terasi, ikan Nila dan tahu atau tempe. Bila dikonsusmsi tiap hari, nafsu
makan akan cukup tinggi. Di tempat kami Kenikir bisa dibuat menjadi bakwan, bahan
pecel, atau orak arik telur.
Di
Pesantren, kenikir ditanam sedekat mungkin dari pintu rumah, baik di pintu
dapur, pintu depan maupun p[intu samping. Agar dapat dengan mudah terjangkau
oleh semua orang.
Cosmos
caudatus Kunth
Nama Daerah
Randa Midang, Sunda
Randa Midang, Sunda
Ulam Raja,
Melayu
Kenikir,
Jawa Tengah
Cosmos, Filipina
Dauroang-phama
Thailand
Pelampong,
Malaysia
Manfaat dan Khasiat
Manfaat dan Khasiat
digunakan
sebaga obat penambah nafsu makan, lemah lambung, penguat tulang dan pengusir
serangga
Karakter Tanaman
Kenikir
adalah tanaman tahunan yang berbatang pipa dengan garis-garis yang membujur.
Tingginya dapat mencapai 1 m, bahkan kalau ditanam secara organik, di Pesantren
kami bisa mencapai 2m. Daunnya
bertangkai panjang. Duduk daunnya saling berhadapan, sehingga berbagi menyirip menjadi
2 tangkai. Baunya seperti damar apabila diremas. Bunganya tersusun pada tongkol
yang banyak terdapat pada ketiak daun teratas, berwarna atau merah muda. berbintik
kuning, bijinya berbentuk paruh, kecil memanjang, melengkung.
Kenikir
merupakan tanaman musiman dan tahunan, yang memiliki batang tegak berwarna
hijau kecoklatan dengan tinggi mencapai 3 m. Batang keningkir bercabang,
beralur dan berbentuk segi empat serta bekas tangkai daun atau nodus terlihat
sangat jelas. Daun keningkir majemuk, berwarna hijau dengan bentuk saling
berhadapan, bentuknya menyirip, tepi rata, permukaan daun atas berwarna lebih
hijau dan terang dibandingkan permukaan bawah. Selain warna yang kurang terang
permukaan bawah agak berbulu. Bunga tanaman kenikir terletak du ujung tangkai
atau cabang batang. Panjang tangkai bunganya sekitar 5-30 cm. Mahkota bunga
terdiri atas 8 helai dengan panjang 1,5-2 cm dan berwarna kuning. Benih kenikir
berwarna coklat kehitaman dan dan berbentuk seperti jarum dengan ujung
berambut. Bunga kenikir termasuk bunga majemuk dimana setiap tangkai bunga ada lebih dari satu bunga namun pada satu cabang berbunga banyak (Van De Bergh, 1994).
Tanaman
kenikir berkembangbiak atau di perbanyak menggunakan biji. Biji kenikir cukup
keras. Saat masih muda berwarna hikau namun saat tua berwarna coklat.
Panjangnya kurang lebih 1 cm. Perbanyakan di awali dengan
semai biji, setelah tumbuh sampai kurang
lebih 3 minggu setelah semai baru dilakukan pemindahan ke lapang. Pengaturan
drainase dan irigasi yang memadahi membatu pertumbuhan tanaman kenikir secara
optimal. Kondisi tanah yang terlalu lembah dapat memicu munculnya cendawan yang
mengganggu pertumbuhan kenikir. Sehingga diperikan tanah atau lahan yang tidak
terlalu lembah (Hakim, 2015).
![]() |
Daun Kenikir dicampurkan dengan berbagai pucuk daun lainnya, untuk direbus menjadi lalapan atau sayur lodeh |
Cara Bertanam
Menanam
Kenikir sangat gampang,
Gemburkan
dulu tanah dengan cara dicangkul.
Taburkan kompos
dari jerami yang sudah lapuk, atau azolla yang sudah dikeringkan, atau Pupuk
Organik Cair sisa sampah dapur
Taburkan
benih kenikir secara merata,
Tutup
permukaannya dengan tanah tipis tipis.
Ditunggu
seminggu akan muncul dengan cepat tunas tunas kecil dari kenikir
Setelah
berusia dua minggu, Kenikir dijarangkan, atau dipindahkan ke tempat yang lain,
yang tanah garapannya sudah dipersiapkan.
Yang
diambil adalah pucuk pucuk daun Kenikir
Bila
banyak tanamannya bisa bergantian dipanen tiap hari
Tapi bila
hanya satu atau dua pohon saja, setelah dipanen harus menunggu sampai satu
minggu menunggu tumbuhnya pucuk baru untuk dipanen kembali
Di setiap
sudut Pesantren Ath Thaariq, senantiasa tersedia kapanpun pohon Kenikir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar