Tampilkan postingan dengan label Pangan Lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangan Lokal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2015

Pengurangan Emisi Karbon

Berapa emisi karbonmu yang kau keluarkan?
Akan kelihatan dari apa yang kau hasilkan!
Pekerjaan tanam menanam itu sungguh mudah
Bila hati dan pikiran sudah terpaut
Akan berasa semua tertaut satu sama lain.

Pagi dengan Wacana tepuk jidat!

Markisa Besar Pesantren Kebon Sawah

Pengurangan Emisi Karbon

Sekecil apakah karbon yang kau hasilkan?

Pohon Turi Merah di Pesantren Kebon Sawah
Turi Merah

Pengurangan Emisi Karbon

Benih Asem Jawa berumur 1 bulan di Pesantren Kebon Sawah
Tak mau omong besar pengurangan emisi karbon
Lakukan saja hal hal sederhana yang mungkin tidak pernah kau lakukan!
Panasnya akhir akhir ini
Tidur siang berkeringat
Begitupun malam hari
Sepanas apakah tahun depan?
Berapa derajat yang akan dirasakan anak kita tahun esok?

Asem Jawa di Pesantren Kebon Sawah

Kebun Dapur

Kebun Selangkah dari Dapur Pesantren Kebon Sawah
Malam mendengar para bangkong reang
Karena hujan siang sampai sore terus turun
Udara lembab dingin adem
Tanah becek air mengalir
Hijau kemilau kebunku

Kebun selangkah dari pintu dapur
Kebun Kojengkang

Blimbing Wuluh


Belimbing Wuluh

Siapa tak mau punya Blimbing Wuluh seperti ini
Hanya yang punya hati kuat menanamnya
Tinggal tancep sedikit di musim hujan ini,
Pasti Ma'jleb...
Maha karya alam
Dikeringkan enak, polos saja, untuk campuran kombucha atau sambel
Segernya pula... dibuat untuk garang asem
Enak banget juga kalau dibuat bumbu rujak pedas ikan tongkol
Kepayang.....
Kalau batuk, direbus bunganya untuk diminum.. batuk pun reda
kalau segar jadi obat gigi yang efektif.
Blimbing wuluh itu hanya ditancap saja batangnya saja tumbuh
Jangan salah musim tanam ya, pasti dimusim hujan.

Selasa, 01 Desember 2015

Daun Mint/Mentha Piperita

Mengajarkan cara stek daun Mint
Mengajarkan yang dekat dengan kita
Mengenalkan dedaunan bermanfaat dan berdaya guna tinggi
Bersama Novi dan Ayu [kelas 2 SMP]
Remaja yang terus mengumpulkan ilmu herbal,
rempah dan rimpang sedikit demi sedikit

Menanam Daun Mint/Mentha Piperita
Bermanfaat terhadap sistem pencernaan tubuh.
Aromanya yang khas, mampu mengaktifkan kelenjar ludah dan enzim pencernaan dalam tubuh.
Bila sakit perut, minumlah secangkir Teh mint.
Aroma Mint juga untuk mengobati mual dan sakit kepala.
Berjuang di ''tanah 'sejengkal'' kami

Senin, 30 November 2015

Diversifikasi Pangan



Salwaa Khanza, kupas sendiri singkong
yang akan dimakan semua keluarga pesantren

Kami mengajarkannya,
Bahwa Nasi tidak harus beras,
Singkong juga adalah Nasi.
Mendidik mengenalkan pangan lokal di sekitar kita,
Sedini mungkin dijadikan kebiasaan.
Tak harus mendatangkan dari luar,
Ini adalah bagian pula mendidiknya,
Bahwa tanah dan airnya begitu berlimpah pangan.

Mendidik supaya tidak kelain hati,
Putri kami, Salwaa Khanzaa, pujaan jiwa..

Budidaya Markisa

Markisa Kecil di Pinggir Rumah Pesantren Kebon Sawah
Merajalela Markisa Kecil Kami
Setiap hari anak anak bebas merdeka mengolahnya
Dijadikan minuman segar sepulang sekolah atau usai mengaji
Tinggal memetik dipinggir rumah kami
Berbondong bondong berbuahnya
Berbondong bondong pula memetiknya
Semakin sering dipetik semakin sering dia berbunga
Ditanam hanya dipinggir selokan, 

Dicampurkan dengan Koro merambat, dengan bulustru/lopang dan labu siam.
Kami tidak pernah memupuknya
Tapi cukup tiap hari menjenguk dan menyapanya
Hari ini kami berkelimpahan semua orang boleh mengambilnya
Memerdekakan diri itu ketentuan yang dipilih!

Bunga Matahari Kecil

Bunga Matahari Jenis Kecil di Pesantren
Keindahannya di sore hari.
Bunga Matahari kami selalu menampilkan kecantikannya.
Kami menanam tidak hanya satu,
Sangat banyak, karena selain dijadikan camilan, kamipun menjadikannya bibit untuk dijual
Dia tidak pernah dipelihara
Jenis tanaman yang menyuburkan dirinya sendiri
Malahan konon tanahnya jadi subur
Aku belum terlalu tahu banyak kandungan didalam akar daun dan batangnya
Yang aku rasakan pokoknya kami belum pernah memupuk sepanjang kami punya pohon satu ini
Sudah bertahun tahun kami menanamnya
Bertahun tahun itu pula kami tidak pernah memupuknya
Keren bukan ?
Oh ya kami punya dua jenis, yang satu si cantik digambar samping ini,
dan yang satu lagi bunga matahari besaaaaar.
Nanti setelah bunganya kering, kami memipilnya bersama, menjualnya dengan sistem online.
Lumayan, tabungan yang akan dipecah nanti pada Lebaran
Baju baru tak harus minta sama Abi dan Umi.
Kami bisa beli sendiri dari hasil jualan benih ini
Asyik loh mandiri itu

By : Salwaa Khanza
Sorgum Merah koleksi Pesantren Kebon Sawah
Sorgum kami ini
Diutamakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar Pesantren Kebon Sawah
Kalau berlebih, tenang nanti pasti dikeluarkan, bukan untuk mencipta pasar

Tapi berharap teman - teman turut bahagia dan senang atas tanaman kami yang ditanam dengan suka cita.
Sebentar lagi akan pada hamil, sudah ada beberapa sebenarnya
Gemas gemas rasanya

Ditanam pada puncak kemarau, 
Sorgum ini adalah tanaman yang tangguh, sebenarnya dia bisa hidup sekalipun didaerah yang sangat gersang seperti di Nusa Tenggara Timur.
Kami mempelajari banyak dari gaya dimana dia hidup dan berasal.
Di Indonesia begitu banyak macamnya, kami baru satu ini yang berhasil dikembangkan.
Kini hijau kemilau setelah terus diguyur hujan
Tumbuh melesat cepat tanpa pupuk
Andalannya hanya serasah polong bekas muaim tanam lalu
Cukup dibusukkan sambil beristirahat sejenak
Ambooooi tak kuat menunggu pada tumbuh buah buah lebatnya
Serelia satu ini tangguh bukan kepalang.

Jumat, 06 November 2015

Tanaman Penting dalam Gerakan Agroecology

Gumitir dan Orok Orok di Kebun Navdanya
Orok orok dan Gumitir
Tanaman yang selalu melengkapi satu sama lain
Tanaman penting dalam gerakan Agroecology
Akar dan daun Gumitir yang jatuh berfungsi umengundang cacing yang membuat pori pori didalam tanah, bisa memberi makan bagi mikroba di dalam tanah.
Daun, buah dan akar Orok orok berfungsi untuk menyuburkan tanah, kandungan Nitrogennya cukup tinggi, sehingga mampu merehabilitasi tanah yang kering menjadi lembab berhumus dalam waktu hitungan bulan.
Sepatutnya kita mulai beralih,
Pertanian berbasis keanekaragaman hayati, bukan saja menguntungkan diri sendiri dan keluarga, namun menguntungkan lingkungan kita dan masa depan yang lebih baik.
Pertanian berbasis biodeversity mempunyai keuntungan multi guna,
Terpenuhinya nutrisi yang lengkap dari menanam dengan sistem biodeversity  bukan saja didapatkan oleh manusia, namun segala makhluk yang berada dilingkungannyapun mendapatkan keuntungan yang sama yang didapatkan oleh manusia.
Sistem inipun akan meningkatkan kesuburan tanah : legum dan tanaman yang lain dapat meningkatkan unsur nitrogen dalam tanah
Gunakan pula sistem rotasi tanaman. Metode ini bertujuan untuk mengurangi hama dan penyakit pada tanaman yang ditanam, intinya memutuskan siklus hidup hama dan penyakit tanaman.
Asyiknya lagi kita bisa panen terus menerus, karena kita mempunyai beragam tanaman, dengan menanam lebih satu tanaman, kebun akan menghasilkan berbagai tanaman yang akan dipanen.
Pertanian monokultur harus segera dihentikan karena selalu merugikan
Selain harus selalu membutuhkan biaya mahal, kita sebagai petani menjadi sangat tergantung pada perusahaan pupuk kimia dan benih.
Bertani akhirnya sangat terkait dengan uang dan pasar.
Bertani  akhirnya hanya untuk mendapatkan uang, bukan mendapatkan kebahagiaan.

Benih Sumber Kehidupan

Berbagai jenis benih warisan, yang dikelola oleh para perempuan, di simpan di bank bank benih kelompok tani yang diorganisir oleh Navdanya.  University of The Earth, Navdanya, Dehradun Uttarakhan, India. Poto : Nissa Wargadipura, September 2015

Semua benih di Navdanya berasal dari petani di India
Benih benih petani ini bisa diteruskan, digenerasikan, disimpan.
Dan bila benih ini ditanam dan ditumbuhkan, akan menjadi sumber kehidupan segala makhluk yang hidup di sekelilingnya

Benih mempunyai kehidupan, mereka tidak dapat berdiam diri terus
Berdiam didalam kaleng kaleng, guci, labu botol yang pengap yang disimpan di rak di sudut yang gelap sepanjang masa.
Yang terbaik adalah menanamnya sepanjang musim,
Sepanjang tahun, hingga akan tumbuh benih benih yang berkualitas dan sehat.

Benih adalah sebuah amalan yang diturunkan dari satu keluarga ke keluarga baru kembali.
Benih, hidup karena disimpan dengan cara ditanam terus menerus dari generasi satu ke generasi berikutnya
ditukarkan dan ditawarkan kepada para keluarga  petani hingga keberadaannya mampu terlestari dan terwariskan

Memelihara benih sendiri berarti tidak akan kehilangan mutu cita-rasa, nutrisi dan kekayaan alami dalam makanan kita.
Kita akan punya kesempatan menghidangkan tomat yang lezat kepada keluarga dalam berbagai olahan dengan rasa yang sangat lezat
Karena dengan benih warisan, berarti berurusan dengan cinta kasih demi  keluarga kita
Benih yang bukan dari rekayasa genetika, akan mendatangkan sebuah gerakan bagi kehidupan yang berkualitas
Benih rekayasa genetika adalah sebuah metode merancang benih benih yang kuat tidak terserang hama dan penyakit, ini adalah bagian dari mekanisme Agribisnis modern yang  telah menumpas kehadiran benih benih alami, mereka merancang berbagai jenis benih untuk diperdagangkan.
Keadaan ini sangat terbalik, sebenar benarnya benih adalah sumber cinta kasih dan kehidupan yang kehadirannya berbalik dengan pasar
Benih benih alami akan selalu membangun dan menata ekosistem yang ada, darinya berlangsung kehidupan yang seimbang antara manusia dengan makhluk lainnya.

Ada waktunya untuk melawan!

A-Z Agro Ecology and Organic Food System Course
Bija Vidya Peeth, Navdanya, Dehradun India
September 2015

Tanah Yang Hidup

Kawasan belajar University of The Earth, keanekaragaman hayati, keanekaragaman pangan, rumah burung dan berbagai serangga serta kupu kupu, hadir secara alami. Luasnya 16 ha. Navdanya, Dehradun India. Poto : Nissa Wargadipura, September 2015.


Tanah berasal dari batuan yang telah lapuk
Berjuta-juta tahun yang lalu,
Bumi kita ini tidak memiliki tanah.
Bumi kita hanya terdiri dari udara, air, dan gunung batu
Seiiring dengan waktu,
Terjadi pengikisan terus menerus tiada berhenti
Hingga terjadilah partikel partikel tanah
Butuh 500 sampai dengan 1000 tahun untuk membuat 1 inch tanah
Proses pengikisan ini tidak begitu saja berdiri sendiri
Ada begitu banyak peristiwa didalam pembentukannya
Air, gempa bumi, perubahan iklim, berbagai macam mikroorganisme, jamur dan gas
Telah membentuk tanah sebagai sumber penghidupan manusia dan makhluk hidup yang lainnya
Tanah tidak hanya terdiri dari satu lapisan saja
Susunan lapisannya terdiri atas humus, lempung, geluh, pasir, dan kerikil
Tanah yang baik adalah tanah yang perbandingannya sama banyaknya
Yang mengandung humus serta bagian pasir, geluh dan lempungnya
Tanah adalah tempat hidup yang paling ideal bagi bakteri
Setiap elemen tanah memiliki jenis, populasi dan sifat genetic yang berbeda.
Bakteria, Algae, Mold, Protozoa, Amuba, Actinomycetes Flagellata, Cilliata, jamur, nematoda, arthropoda dan makhluk yang paling begitu terkenal adalah cacing tanah, dana nama nama tersebut adalah nama dari keanekaragaman mikroorganisme pada tanah.
Sebagian besar mikroba memiliki peranan yang menguntungkan bagi pertanian,
Yaitu berperan penting dalam menghancurkan limbah organic, recycling hara tanaman, fiksasi biologis nitrogen, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol pathogen (mikroorganisme parasit) dan membantu penyerapan unsure hara
Peran Mikroorganisme dalam tanah berperan dalam siklus energi, berperan dalam siklus hara (reproduksi yang sangat cepat dalam hitungan menit!), berperan dalam pembentukan agregat tanah, serta menentukan kesehatan tanah.
Tanah dikatakan subur bila mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi.
Begitu banyak bakteri di tanah, kemampuannya beradaptasi dan berkembangbiaknya dengan cara membelah diri, adalah sebuah kehebatan yang tidak tertandingi dengan makhluk apapun,
Bayangkan, didalam PER GRAM tanah subur mengandung lebih dari 100 juta mikroba!
Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroba
Tanaman bisa tumbuh dengan baik jika mempunyai hubungan simbiosis mutualisme dengan mikroorganisme itu sendiri.
Kehebatan lainnya lagi adalah, mikroorganisme tanah mampu menguraikan bahan kimia yang sulit diserap menjadi bentuk yang mudah diserap oleh tanaman.
Mikroorganisme mempunyai kemampuan mengeluarkan suatu jenis zat yang berfungsi untuk memperlancar penyaluran hara dan air dari akar ke daun.
Zat yang dikeluarkan mikroorganisme ini dapat membantu penyebaran air dan nutrisi di seluruh permukaan daun. Keadaan ini akan meningkatkan produktivitas tanaman, karena penyaluran air dan nutrisi dapat berjalan lancar.
Peranan para mikroorganisme ini menjadikan tanah seperti membentuk seperti pipa pipa sangat kecil, serta membentuk rongga rongga udara untuk respirasi dan juga mampu menampung air dengan jumlah yang banyak. Penelitian mengatakan bahwa lapisan humus bisa menampung air setidaknya 40 kali lipat beratnya.

A-Z Agro Ecology and Organic Food System Course
Navdanya, September 2015

Kamis, 28 Mei 2015

Pesantren Ekologi Berjuang dari Sejengkal Tanah



Oleh : Nissa Wargadipura/Pemimpin Pesantren Ekologi Ath Thaariq Garut
Sejarah mencatat, peran pesantren di masa penjajahan adalah menggerakan, memimpin dan melakukan perjuangan mengusir penjajah, juga memprakarsai berdirinya Negara Republik Indonesia. Pesantren telah menjadi tonggak perlawanan dan pembebasan dari segala bentuk penindasan.
Pesantren juga berperan dalam berbagai bidang secara multidimensional, baik berkaitan langsung dengan kegiatan-kegiatan pesantren maupun diluarnya,. Dimulai dari upaya mencerdaskan bangsa, pesantren tercatat memiliki peranan penting dalam sejarah pendidikan di tanah air dan memberikan sumbangan dalam mencerdaskan rakyat. Selain sebagai lembaga pembinaan moral dan kultural. Menurut Ma’shum Pesantrenpun mempunyai tiga fungsi yakni, fungsi religious (diniyyah), fungsi social (ijtimaiyyah) dan fungsi edukasi (tarbawiyyah). Peran itu memberikan isyarat bahwa penyelenggaraan keadilan social melalui pesantren lebih banyak menggunakan pendekatan kultural.

Senin, 27 April 2015

DAUN KELOR, DAUN SWASEMBADA

Oleh : Muhaimin Iqbal

Setelah 69 tahun merdeka dan 7 presiden silih berganti, belum nampak tanda-tanda negeri ini akan swasembada pangan. Bahkan seperti yang pernah saya tulis sebelumnya “Red Alert : Darurat Pangan” kecenderungan ketergantungan terhadap produk impor itu nampak semakin tinggi. Bisa jadi karena selama ini kita mencari jawaban di tempat yang salah atau setidaknya belum meng-eksplorasi peluang yang ada secara menyeluruh. Kita terlalu fokus pada biji-bijian yang ditanam dengan susah payah – lupa ada potensi daun yang bisa jadi lebih mudah ! 
Menanam padi yang menjadi unggulan bahan pangan kita misalnya, tetap harus dilakukan. Hanya saja tidak bisa diharapkan pertumbuhannya akan mengejar kebutuhan yang ada. Mencetak sawah adalah sejuta masalah – dan negeri ini sudah pernah mencobanya di era Orde Baru, kita tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama.

Pangan untuk Keselamatan Keluarga dan Masa Depan

Banyak yang bertanya
Apa yang dilakukan oleh Pesantren Kebon Sawah
Alih alih pengalaman mengorganisir petani belasan tahun
Dan mengamati pola pola bertani masyarakat pada umumnya
Karena peningkatan pelepasan tanah sangat tajam dari tahun ke tahun
Pasti ada yang salah dengan pola berproduksinya
Jadilah kami "PETANI BENERAN" 

Dari tahun ke tahun menjadi petani,
Akhirnya benar, memang ada yang salah
Kami sedang terus mencoba membalikkan sistem bertani konvensional
Menjadi Sistem Bertani Pekarangan yang mengedepankan keselamatan
Keselamatan untuk keluarga, keselamatan untuk alam dan keselamatan untuk masa depan
Berpegang teguh pada prinsip prinsip kearifan orang tua kami
Akhirnya kami benar benar selamat
Mampu memasok dan membuat lumbung sangat mandiri pangan kami.

Mari bergerak... (Nissa Wargadipura)

Selasa, 14 April 2015

Budidaya Sayur dan Benih Selada Hijau

Memilih Benih Selada Hijau di Pesantren Kebon Sawah

 Sore ini,
Di depan bangunan yang sebentar lagi usai,
Diantara rerimbunan benih selada yang harus terus dicicil,
Bersyukur setiap hari mampu memanen baik benih maupun daun
Gerakan dari sejengkal tanah yang tidak masuk dalam hitungan,
Kami tetap menanam,
Artinya, dengan memakan tanaman sendiri,
Kami telah menjadipetani mandiri,

Tanpa ada ikatan ketergantungan terhadap benih,
Makanan yang dipasok dari pasar,
Pupuk mandiri,
Semua telah kami lakukan dengan usaha setekun mungkin.
Ada banyak hal yang kami kerjakandari ketekunan,
Kebiasaan kebiasaan menanam dan memanen,
Adalah hal yang luar biasa.
Kami jadi lebih banyak tahu,
Lihatlah Selada Hijau, benihnya sangat kecil, ciri cirinya sangat sederhana
Bila bunganya sudah hilang rambutnya, berwarna kuning, menguncup, tidak merekah lagi,
Itu artinya sudah tua, ambil satu persatu, keringkan.
Senang mendapatkan keahlian satu ini.

Budidaya Okra Open Pollinated Organic Seed

Okra,
Sekarang, Benih Mandiri,
Di Pesantren Kebon Sawah.
 
Okra, ditanam secara alami di Pesantren Kebon Sawah, Segar dan Sehat. Hanya diberi kotoran domba dari kandang sendiri.

Menanam makananmu sendiri
adalah sebuah pemberontakan.

Pada satu titik kemungkinan dalam
sebuah skenario masa depan,
pemerintah akan menganggap
bahwa siapapun yang menanam
makanannya sendiri, membuat kebun
produktifnya sendiri, adalah seorang
pemberontak.

Sepucuk Surat Cinta Berwarna Hijau
A Love Letter From Permacuss/Bekabuluh

Bayam Rambat Basella Alba

Bayam Rambat/Bayam Malabar/Basella Alba on Pesantren Kebon Sawah
Bayam Rambat
Menjalar indah nian.
Panen benih lagi, dan lagi.
Panen daun lagi dan lagi,
Basela (Basella alba dan B. rubra) dikenal sebagai bayam Malabar, bayam India, bayam Ceylon, dan bayam rambat yang dibudidayakan sebagai tanaman sayuran. Selain itu Basela dikenal juga dengan nama gondola, genjerot (Indonesia), gendola, remayong, tembayung (Malaysia), alugbati, dundula, libato (Filipina), chralong (Kamboja), pang (Laos), dan phakpang (Thailand)‚ Bassela termasuk dalam famili Basellaceae.
Jenis yang kami tanam adalah Basella  alba memiliki daun dan batang berwarna hijau.
Tanaman Basela menghasilkan tunas yang dapat dikonsumsi seperti bayam. Tunas muda dan daunnya dapat digunakan sebagai sayuran dengan direbus atau diolah menjadi sup, ditumis, atau dapat juga dibuat salad. Tunas muda dan daun Basela kaya kandungan kalsium, zat besi, serta vitamin A dan C.
Selain daun dan pucuk mudanya, bagian yang dapat dimanfaatkan ialah buahnya. Buah Basela mengandung antosianin yang tinggi dan relatif stabil terhadap perubahan pH, suhu, dan cahaya, sehingga dapat dijadikan pewarna alami makanan. 
Sungguh bertani tradisional adalah keyakinan.
Cukup ditaburi kasih sayang dan nutrisi buatan sendiri dengan segenap kecintaan.

Di Pesantren Kebon Sawah.
Sejengkal saja kami bergerak untuk melawan (Nissa Wargadipura)