| Kupu - kupu di Bunga Kenikir |
Tampilkan postingan dengan label Ekosistem Pesantren Kebon Sawah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekosistem Pesantren Kebon Sawah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Maret 2016
Selasa, 01 Desember 2015
Daun Mint/Mentha Piperita
![]() |
| Mengajarkan cara stek daun Mint |
Mengenalkan dedaunan bermanfaat dan berdaya guna tinggi
Bersama Novi dan Ayu [kelas 2 SMP]
Remaja yang terus mengumpulkan ilmu herbal,
rempah dan rimpang sedikit demi sedikit
Menanam Daun Mint/Mentha Piperita
Bermanfaat terhadap sistem pencernaan tubuh.
Aromanya yang khas, mampu mengaktifkan kelenjar ludah dan enzim pencernaan dalam tubuh.
Bila sakit perut, minumlah secangkir Teh mint.
Aroma Mint juga untuk mengobati mual dan sakit kepala.
Berjuang di ''tanah 'sejengkal'' kami
Bermanfaat terhadap sistem pencernaan tubuh.
Aromanya yang khas, mampu mengaktifkan kelenjar ludah dan enzim pencernaan dalam tubuh.
Bila sakit perut, minumlah secangkir Teh mint.
Aroma Mint juga untuk mengobati mual dan sakit kepala.
Berjuang di ''tanah 'sejengkal'' kami
Senin, 30 November 2015
![]() |
| Sorgum Merah koleksi Pesantren Kebon Sawah |
Diutamakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar Pesantren Kebon Sawah
Kalau berlebih, tenang nanti pasti dikeluarkan, bukan untuk mencipta pasar
Tapi berharap teman - teman turut bahagia dan senang atas tanaman kami yang ditanam dengan suka cita.
Sebentar lagi akan pada hamil, sudah ada beberapa sebenarnya
Gemas gemas rasanya
Ditanam pada puncak kemarau,
Sorgum ini adalah tanaman yang tangguh, sebenarnya dia bisa hidup sekalipun didaerah yang sangat gersang seperti di Nusa Tenggara Timur.
Kami mempelajari banyak dari gaya dimana dia hidup dan berasal.
Di Indonesia begitu banyak macamnya, kami baru satu ini yang berhasil dikembangkan.
Kini hijau kemilau setelah terus diguyur hujan
Tumbuh melesat cepat tanpa pupuk
Andalannya hanya serasah polong bekas muaim tanam lalu
Cukup dibusukkan sambil beristirahat sejenak
Ambooooi tak kuat menunggu pada tumbuh buah buah lebatnya
Serelia satu ini tangguh bukan kepalang.
Jumat, 06 November 2015
Tanaman Penting dalam Gerakan Agroecology
![]() | |
| Gumitir dan Orok Orok di Kebun Navdanya |
Tanaman yang selalu melengkapi satu sama lain
Tanaman penting dalam gerakan Agroecology
Akar dan daun Gumitir yang jatuh berfungsi umengundang cacing yang membuat pori pori didalam tanah, bisa memberi makan bagi mikroba di dalam tanah.
Daun, buah dan akar Orok orok berfungsi untuk menyuburkan tanah, kandungan Nitrogennya cukup tinggi, sehingga mampu merehabilitasi tanah yang kering menjadi lembab berhumus dalam waktu hitungan bulan.
Sepatutnya kita mulai beralih,
Pertanian berbasis keanekaragaman hayati, bukan saja menguntungkan diri sendiri dan keluarga, namun menguntungkan lingkungan kita dan masa depan yang lebih baik.
Pertanian berbasis biodeversity mempunyai keuntungan multi guna,
Terpenuhinya nutrisi yang lengkap dari menanam dengan sistem biodeversity bukan saja didapatkan oleh manusia, namun segala makhluk yang berada dilingkungannyapun mendapatkan keuntungan yang sama yang didapatkan oleh manusia.
Sistem inipun akan meningkatkan kesuburan tanah : legum dan tanaman yang lain dapat meningkatkan unsur nitrogen dalam tanah
Gunakan pula sistem rotasi tanaman. Metode ini bertujuan untuk mengurangi hama dan penyakit pada tanaman yang ditanam, intinya memutuskan siklus hidup hama dan penyakit tanaman.
Asyiknya lagi kita bisa panen terus menerus, karena kita mempunyai beragam tanaman, dengan menanam lebih satu tanaman, kebun akan menghasilkan berbagai tanaman yang akan dipanen.
Pertanian monokultur harus segera dihentikan karena selalu merugikan
Selain harus selalu membutuhkan biaya mahal, kita sebagai petani menjadi sangat tergantung pada perusahaan pupuk kimia dan benih.
Bertani akhirnya sangat terkait dengan uang dan pasar.
Bertani akhirnya hanya untuk mendapatkan uang, bukan mendapatkan kebahagiaan.
Benih Sumber Kehidupan
Semua benih di Navdanya berasal dari petani di India
Benih benih petani ini bisa diteruskan, digenerasikan, disimpan.
Dan bila benih ini ditanam dan ditumbuhkan, akan menjadi sumber kehidupan segala makhluk yang hidup di sekelilingnya
Benih mempunyai kehidupan, mereka tidak dapat berdiam diri terus
Berdiam didalam kaleng kaleng, guci, labu botol yang pengap yang disimpan di rak di sudut yang gelap sepanjang masa.
Yang terbaik adalah menanamnya sepanjang musim,
Sepanjang tahun, hingga akan tumbuh benih benih yang berkualitas dan sehat.
Benih adalah sebuah amalan yang diturunkan dari satu keluarga ke keluarga baru kembali.
Benih, hidup karena disimpan dengan cara ditanam terus menerus dari generasi satu ke generasi berikutnya
ditukarkan dan ditawarkan kepada para keluarga petani hingga keberadaannya mampu terlestari dan terwariskan
Memelihara benih sendiri berarti tidak akan kehilangan mutu cita-rasa, nutrisi dan kekayaan alami dalam makanan kita.
Kita akan punya kesempatan menghidangkan tomat yang lezat kepada keluarga dalam berbagai olahan dengan rasa yang sangat lezat
Karena dengan benih warisan, berarti berurusan dengan cinta kasih demi keluarga kita
Benih yang bukan dari rekayasa genetika, akan mendatangkan sebuah gerakan bagi kehidupan yang berkualitas
Benih rekayasa genetika adalah sebuah metode merancang benih benih yang kuat tidak terserang hama dan penyakit, ini adalah bagian dari mekanisme Agribisnis modern yang telah menumpas kehadiran benih benih alami, mereka merancang berbagai jenis benih untuk diperdagangkan.
Keadaan ini sangat terbalik, sebenar benarnya benih adalah sumber cinta kasih dan kehidupan yang kehadirannya berbalik dengan pasar
Benih benih alami akan selalu membangun dan menata ekosistem yang ada, darinya berlangsung kehidupan yang seimbang antara manusia dengan makhluk lainnya.
Ada waktunya untuk melawan!
A-Z Agro Ecology and Organic Food System Course
Bija Vidya Peeth, Navdanya, Dehradun India
September 2015
Tanah Yang Hidup
Tanah berasal dari batuan yang telah lapuk
Berjuta-juta tahun yang lalu,
Bumi kita ini tidak memiliki tanah.
Bumi kita hanya terdiri dari udara, air, dan gunung batu
Seiiring dengan waktu,
Terjadi pengikisan terus menerus tiada berhenti
Hingga terjadilah partikel partikel tanah
Butuh 500 sampai dengan 1000 tahun untuk membuat 1 inch tanah
Proses pengikisan ini tidak begitu saja berdiri sendiri
Ada begitu banyak peristiwa didalam pembentukannya
Air, gempa bumi, perubahan iklim, berbagai macam mikroorganisme, jamur dan gas
Telah membentuk tanah sebagai sumber penghidupan manusia dan makhluk hidup yang lainnya
Tanah tidak hanya terdiri dari satu lapisan saja
Susunan lapisannya terdiri atas humus, lempung, geluh, pasir, dan kerikil
Tanah yang baik adalah tanah yang perbandingannya sama banyaknya
Yang mengandung humus serta bagian pasir, geluh dan lempungnya
Tanah adalah tempat hidup yang paling ideal bagi bakteri
Setiap elemen tanah memiliki jenis, populasi dan sifat genetic yang berbeda.
Bakteria, Algae, Mold, Protozoa, Amuba, Actinomycetes Flagellata, Cilliata, jamur, nematoda, arthropoda dan makhluk yang paling begitu terkenal adalah cacing tanah, dana nama nama tersebut adalah nama dari keanekaragaman mikroorganisme pada tanah.
Sebagian besar mikroba memiliki peranan yang menguntungkan bagi pertanian,
Yaitu berperan penting dalam menghancurkan limbah organic, recycling hara tanaman, fiksasi biologis nitrogen, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol pathogen (mikroorganisme parasit) dan membantu penyerapan unsure hara
Peran Mikroorganisme dalam tanah berperan dalam siklus energi, berperan dalam siklus hara (reproduksi yang sangat cepat dalam hitungan menit!), berperan dalam pembentukan agregat tanah, serta menentukan kesehatan tanah.
Tanah dikatakan subur bila mempunyai kandungan dan keragaman biologi yang tinggi.
Begitu banyak bakteri di tanah, kemampuannya beradaptasi dan berkembangbiaknya dengan cara membelah diri, adalah sebuah kehebatan yang tidak tertandingi dengan makhluk apapun,
Bayangkan, didalam PER GRAM tanah subur mengandung lebih dari 100 juta mikroba!
Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroba
Tanaman bisa tumbuh dengan baik jika mempunyai hubungan simbiosis mutualisme dengan mikroorganisme itu sendiri.
Kehebatan lainnya lagi adalah, mikroorganisme tanah mampu menguraikan bahan kimia yang sulit diserap menjadi bentuk yang mudah diserap oleh tanaman.
Mikroorganisme mempunyai kemampuan mengeluarkan suatu jenis zat yang berfungsi untuk memperlancar penyaluran hara dan air dari akar ke daun.
Zat yang dikeluarkan mikroorganisme ini dapat membantu penyebaran air dan nutrisi di seluruh permukaan daun. Keadaan ini akan meningkatkan produktivitas tanaman, karena penyaluran air dan nutrisi dapat berjalan lancar.
Peranan para mikroorganisme ini menjadikan tanah seperti membentuk seperti pipa pipa sangat kecil, serta membentuk rongga rongga udara untuk respirasi dan juga mampu menampung air dengan jumlah yang banyak. Penelitian mengatakan bahwa lapisan humus bisa menampung air setidaknya 40 kali lipat beratnya.
A-Z Agro Ecology and Organic Food System Course
Navdanya, September 2015
Kamis, 28 Mei 2015
Pesantren Ekologi Berjuang dari Sejengkal Tanah
Oleh : Nissa Wargadipura/Pemimpin Pesantren Ekologi Ath Thaariq Garut
Sejarah mencatat,
peran pesantren di masa penjajahan adalah menggerakan, memimpin dan melakukan
perjuangan mengusir penjajah, juga memprakarsai berdirinya Negara Republik
Indonesia. Pesantren telah menjadi tonggak perlawanan dan pembebasan dari
segala bentuk penindasan.
Pesantren juga
berperan dalam berbagai bidang secara multidimensional, baik berkaitan langsung
dengan kegiatan-kegiatan pesantren maupun diluarnya,. Dimulai dari upaya
mencerdaskan bangsa, pesantren tercatat memiliki peranan penting dalam sejarah
pendidikan di tanah air dan memberikan sumbangan dalam mencerdaskan rakyat.
Selain sebagai lembaga pembinaan moral dan kultural. Menurut Ma’shum
Pesantrenpun mempunyai tiga fungsi yakni, fungsi religious (diniyyah), fungsi social (ijtimaiyyah) dan fungsi edukasi (tarbawiyyah). Peran itu memberikan
isyarat bahwa penyelenggaraan keadilan social melalui pesantren lebih banyak
menggunakan pendekatan kultural.
Selasa, 19 Mei 2015
Ekologi dalam Persfektif Islam
Oleh : Ibang Lukmanurdin (Pemimpin pada Pesantren
Ekologi Ath Thaariq Garut)
Kondisi ekologi hari ini,
Dalam surat Surah Ar-Rum
ayat 41-42
Terjemahan :
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut di
sebabkan karena perbuatan tangan manusia , Allah mengkhendaki agar mereka
merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka , agar mereka kembali
(kejalan yang benar). Katakanlah (Muhammad):"berpergian lah di bumi lalu
lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari itu adalah
orang-orang yang mempersekutukan (Allah) ."(Q.S.
Ar-Rum:41-42)
Selasa, 28 April 2015
Senin, 27 April 2015
DAUN KELOR, DAUN SWASEMBADA
Oleh : Muhaimin Iqbal
Setelah 69 tahun merdeka dan 7 presiden silih
berganti, belum nampak tanda-tanda negeri ini akan swasembada pangan. Bahkan
seperti yang pernah saya tulis sebelumnya “Red Alert : Darurat Pangan” kecenderungan
ketergantungan terhadap produk impor itu nampak semakin tinggi. Bisa jadi
karena selama ini kita mencari jawaban di tempat yang salah atau setidaknya
belum meng-eksplorasi peluang yang ada secara menyeluruh. Kita terlalu fokus
pada biji-bijian yang ditanam dengan susah payah – lupa ada potensi daun yang
bisa jadi lebih mudah !
Menanam padi yang menjadi unggulan bahan pangan kita
misalnya, tetap harus dilakukan. Hanya saja tidak bisa diharapkan pertumbuhannya
akan mengejar kebutuhan yang ada. Mencetak sawah adalah sejuta masalah – dan
negeri ini sudah pernah mencobanya di era Orde Baru, kita tidak perlu
mengulangi kesalahan yang sama.
Pangan untuk Keselamatan Keluarga dan Masa Depan
Banyak yang bertanya
Apa yang dilakukan oleh Pesantren Kebon Sawah
Alih alih pengalaman mengorganisir petani belasan tahun
Dan mengamati pola pola bertani masyarakat pada umumnya
Karena peningkatan pelepasan tanah sangat tajam dari tahun ke tahun
Pasti ada yang salah dengan pola berproduksinya
Jadilah kami "PETANI BENERAN"
Dari tahun ke tahun menjadi petani,
Akhirnya benar, memang ada yang salah
Kami sedang terus mencoba membalikkan sistem bertani konvensional
Menjadi Sistem Bertani Pekarangan yang mengedepankan keselamatan
Keselamatan untuk keluarga, keselamatan untuk alam dan keselamatan untuk masa depan
Berpegang teguh pada prinsip prinsip kearifan orang tua kami
Akhirnya kami benar benar selamat
Mampu memasok dan membuat lumbung sangat mandiri pangan kami.
Apa yang dilakukan oleh Pesantren Kebon Sawah
Alih alih pengalaman mengorganisir petani belasan tahun
Dan mengamati pola pola bertani masyarakat pada umumnya
Karena peningkatan pelepasan tanah sangat tajam dari tahun ke tahun
Pasti ada yang salah dengan pola berproduksinya
Jadilah kami "PETANI BENERAN"
Dari tahun ke tahun menjadi petani,
Akhirnya benar, memang ada yang salah
Kami sedang terus mencoba membalikkan sistem bertani konvensional
Menjadi Sistem Bertani Pekarangan yang mengedepankan keselamatan
Keselamatan untuk keluarga, keselamatan untuk alam dan keselamatan untuk masa depan
Berpegang teguh pada prinsip prinsip kearifan orang tua kami
Akhirnya kami benar benar selamat
Mampu memasok dan membuat lumbung sangat mandiri pangan kami.
Mari bergerak... (Nissa Wargadipura)
Selasa, 14 April 2015
Budidaya Sayur dan Benih Selada Hijau
![]() |
| Memilih Benih Selada Hijau di Pesantren Kebon Sawah |
Sore ini,
Di depan bangunan yang sebentar lagi usai,
Diantara rerimbunan benih selada yang harus terus dicicil,
Bersyukur setiap hari mampu memanen baik benih maupun daun
Gerakan dari sejengkal tanah yang tidak masuk dalam hitungan,
Kami tetap menanam,
Artinya, dengan memakan tanaman sendiri,
Kami telah menjadipetani mandiri,
Tanpa ada ikatan ketergantungan terhadap benih,
Makanan yang dipasok dari pasar,
Pupuk mandiri,
Semua telah kami lakukan dengan usaha setekun mungkin.
Ada banyak hal yang kami kerjakandari ketekunan,
Kebiasaan kebiasaan menanam dan memanen,
Adalah hal yang luar biasa.
Kami jadi lebih banyak tahu,
Lihatlah Selada Hijau, benihnya sangat kecil, ciri cirinya sangat sederhana
Bila bunganya sudah hilang rambutnya, berwarna kuning, menguncup, tidak merekah lagi,
Itu artinya sudah tua, ambil satu persatu, keringkan.
Senang mendapatkan keahlian satu ini.
Budidaya Okra Open Pollinated Organic Seed
Okra,
Sekarang, Benih Mandiri,
Di Pesantren Kebon Sawah.
Menanam makananmu sendiri
adalah sebuah pemberontakan.
Pada satu titik kemungkinan dalam
sebuah skenario masa depan,
pemerintah akan menganggap
bahwa siapapun yang menanam
makanannya sendiri, membuat kebun
produktifnya sendiri, adalah seorang
pemberontak.
Sepucuk Surat Cinta Berwarna Hijau
A Love Letter From Permacuss/Bekabuluh
Sekarang, Benih Mandiri,
Di Pesantren Kebon Sawah.
![]() |
| Okra, ditanam secara alami di Pesantren Kebon Sawah, Segar dan Sehat. Hanya diberi kotoran domba dari kandang sendiri. |
Menanam makananmu sendiri
adalah sebuah pemberontakan.
Pada satu titik kemungkinan dalam
sebuah skenario masa depan,
pemerintah akan menganggap
bahwa siapapun yang menanam
makanannya sendiri, membuat kebun
produktifnya sendiri, adalah seorang
pemberontak.
Sepucuk Surat Cinta Berwarna Hijau
A Love Letter From Permacuss/Bekabuluh
Senin, 13 April 2015
Kaum Terampil dan Terdidik
Kaum Terampil dan Terdidik
Saya percaya ibuku satu ini bukan seorang lulusan S1, S2 atau lainnya
Tapi bakatnya begitu luas hingga menghasilkan berbagai bentukan bambu yang luar biasa.
Bertemu dengan mereka, seolah bumi sangat luas,
Mereka memberikan keindahan yang tak ternilai
Saya percaya ibuku satu ini bukan seorang lulusan S1, S2 atau lainnya
Tapi bakatnya begitu luas hingga menghasilkan berbagai bentukan bambu yang luar biasa.
Bertemu dengan mereka, seolah bumi sangat luas,
Mereka memberikan keindahan yang tak ternilai
Kehebatan bambu terus bergerak
Mulai dari kebutuhan Rumah Tangga sampai pada Aksesoris
Bambu mampu menembus dunia lain
Namun pada intinya
Bambu Indonesialah yang terbaik
Ada banyak perempuan perempuan hebat yang terampil yang menjadikan bambu menembus pasaran dunia.
(by Nissa Wargadipura/12 Januari 2015 - di Desa Godean Jogjakarta)
Mulai dari kebutuhan Rumah Tangga sampai pada Aksesoris
Bambu mampu menembus dunia lain
Namun pada intinya
Bambu Indonesialah yang terbaik
Ada banyak perempuan perempuan hebat yang terampil yang menjadikan bambu menembus pasaran dunia.
(by Nissa Wargadipura/12 Januari 2015 - di Desa Godean Jogjakarta)
Menerapkan Pertanian Organik di halaman pada anak anak
Serius belajarnya,
Senangnya belajar bersama mereka anak anak usia 7 - 8 tahun,
Bila dibawa ceria dan sambil bermain, mereka sangat terbawa suasana.
Bawang daun yang ditanam mudah mudahan berakar kuat,
Dijelaskan dengan detail bagaimana perbedaan antara kulkas dan kehebatan tanah,
Daripada disimpan di lemari es,
Baiknya disimpan di tanah saja,
Lebih alami bukan,
Tidak membutuhkan lahan yang besar, simpan saja di pot samping atau depan rumah,
cukup dengan tanah lima genggam, bawang daun akan tumbuh dengan cantik.
Upayakan didalam tanah ada cacingnya, karena cacing adalah penggembur dan pemberi nutrisi tanah,
Siramlah dua hari sekali, atau minimal sehari sekali,
Ingat jangan salah waktu menyiramnya,
Kalau tidak pagi pasti sore.
Menerapkan Pertanian Organik di halaman pada anak anak
SD IT Al Mubarak di Pesantren Kebon Sawah Garut
Senangnya belajar bersama mereka anak anak usia 7 - 8 tahun,
Bila dibawa ceria dan sambil bermain, mereka sangat terbawa suasana.
Bawang daun yang ditanam mudah mudahan berakar kuat,
Dijelaskan dengan detail bagaimana perbedaan antara kulkas dan kehebatan tanah,
Daripada disimpan di lemari es,
Baiknya disimpan di tanah saja,
Lebih alami bukan,
Tidak membutuhkan lahan yang besar, simpan saja di pot samping atau depan rumah,
cukup dengan tanah lima genggam, bawang daun akan tumbuh dengan cantik.
Upayakan didalam tanah ada cacingnya, karena cacing adalah penggembur dan pemberi nutrisi tanah,
Siramlah dua hari sekali, atau minimal sehari sekali,
Ingat jangan salah waktu menyiramnya,
Kalau tidak pagi pasti sore.
Menerapkan Pertanian Organik di halaman pada anak anak
SD IT Al Mubarak di Pesantren Kebon Sawah Garut
![]() |
| SD IT Al Mubarak di Pesantren Kebon Sawah Garut (14 April 2015) |
Minggu, 22 Februari 2015
Kesenangan Mengurus Sebidang Kebun
Di Pesantren Ath-Thaariq semua anak yang tinggal dan belajar mempunyai tugas masing masing. Tugas tersebut adalah mengurus pondokan dan mengurus kebun.
Mengurus kebun berarti menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri dan untuk seluruh orang yang tinggal di Pesantren. Mengurus kebun artinya menyelamatkan perut dari kelaparan selama kita belajar di Pesantren. Ssemua orang yang belajar hanya membawa bekal beras saja, sementara untuk lauk pauknya ditanam sendiri dan diolah sendiri dari hasil kebun yang diurus bersama . Jadi kami harus berjuang agar tanaman, terutama sayuran dan ternak selalu ada. Kami tidak diperbolehkan membeli agar tidak tergantung pada orang lain.
THE CREATIVITY YOUNG CAN BE ANYWHERE
![]() |
| Pendekatan Belajar di Pesantren Kebon Sawah. Alam adalah Kelasku. |
THE CREATIVITY YOUNG CAN BE ANYWHERE
Oleh : Rizqia Nur Utami[1]
Gudang anak-anak kreatif identik dengan daerah perkotaan yang lengkap dengan sarana dan prasarana serba ada. Anak-anak kreatif juga identik dengan anak cupu yang sukanya baca buku tebal di perpustakaan atau pojokan sekolah. Walaupun cupu, tak sedikit dari mereka yang berhasil menciptakan sesuatu untuk lingkungannya. Faktanya, hanya sedikit anak-anak super keren yang mau susah-susah menyumbang tenaga dan ide mereka untuk menciptakan sesuatu. Anak-anak seperti ini biasanya hanya sibuk dengan uang dari orang tua mereka. Secara di jaman anak muda pergi karaoke dan dugem sekarang ini, masih adakah yang peduli pada alam dan pendidikan di lingkungannya? Mungkin ada, tapi sedikit.
Langganan:
Postingan (Atom)












